Love Language : Kunci Harmonis atau Cuma Trend Sosmed ?

Pas awal pernikahan aku dan suami tuh banyak banget perbedaan. Aku yang dibesarkan dengan Love Language utama adalah word affirmation , dimana selalu di apresiasi setiap melakukan kebaikan ataupun jika ada prestasi dan suami ku yang tidak terbiasa dengan word affirmation lumayan membuat aku merasa kurang di hargai. Namun menurutku, hal seperti ini wajar banget karena kita berdua dibesarkan dari keluarga yang berbeda dan habit yang berbeda juga. Jadi , Love Language : Kunci Harmonis atau cuma trend sosmed ?

Love Language

Baca Juga : Strategi Amplop Ajaib

Love Language : Kunci Harmonis atau Cuma Trend Sosmed?

Ada 5 jenis Love Languange (Bahasa Cinta) yang diperkenalkan oleh Dr. Gary Chapman yaitu Words of Affirmation, Act of Service, Receiving Gifts, Quality Time, dan Physical Touch. Menurutku love language bukan cuma trend sosmed, tapi juga Kunci Harmonis dalam rumah tangga karena sebagai pasangan kita harus memahami satu sama lain demi meningkatkan keharmonisan. Jadi berikut adala langkah yang aku dan suami aku lakukan dalam melakukan penyesuaian Love Language :

  1. Kenali Love Language Kamu dan Pasangan mu
    Pada awal hubungan, aku dan suami ku tuh mencari tahu dulu apa Love Language kita masing masing. Love Language (Sebagai Penerima dan Sebagai Pemberi) utama aku adalah Word Affirmation, aku merasa paling dicintai ketika diapresiasi melalui kata kata yang positif dan juga pujian. Aku juga paling suka memberikan apresiasi dan memberikan kata kata yang positif ke orang lain. Sedangkan Love Language (Sebagai Penerima) utama suami aku adalah Physical Touch dan Love Language (Sebagai Pemberi) utama suami aku adalah Act Of Service.
  2. Diskusikan Masalah Love Language dengan Pasangan
    Dengan Love Language yang berbeda, pasti akan ada momen di dalam pernikahan yang mana aku sebagai istri merasa tidak dihargai karena suami aku jarang memberikan pujian karena memang itu bukan Love Language (Sebagai Pemberi) utama dia. Saat itu aku berdiskusi dengan suamiku tentang Love Language yang aku punya yaitu Word Affirmation sehingga aku sangat butuh di apresiasi dengan kata kata. Begitu juga dengan suamiku, dia sangat merasa dicintai ketika aku melakukan Physical Touch ke suamiku, bukan dengan memberikan kata kata.
  3. Lakukan Penyesuaian
    Setelah melakukan diskusi, aku dan suami ku melakukan penyesuaian atas Love Language kami sebagai pemberi dimana aku berusaha untuk lebih menggunakan Physical Touch ke Suamiku begitu juga suami ku yang berusaha selalu memberikan apresiasi pujian dan kata kata positif ke aku untuk setiap hal hal dalam kehidupan pernikahan kami.

Bukan Sekedar Tren, Tapi Bukan Solusi Instan

Dalam Penerapan Love Language ini, pasti banyak yang kami lewati bersama sebagai Suami dan Istri. Ada kala nya aku sebagai istri merasa tidak dihargai karena tangki cinta nya tidak terpenuhi oleh suami, bukan karena suami ku tidak cinta namun memang Love Language kami berbeda. Dari situlah dibutuhkannya komunikasi untuk mengerti satu sama lain dan saling belajar untuk memenuhi kebutuhan satu sama lain. Proses yang kami lalui juga tidak instan, bahkan sampai hari ini, aku dan suami masih belajar dan berusaha untuk satu sama lain supaya tangki cinta kami berdua tetap terisi penuh dengan perbedaan Love Language yang kami miliki. (Baca Juga : Cara Membangun Bonding dengan Anak Melalui Kegiatan di Rumah)

Jadi, daripada sibuk menebak nebak kode atau menuntut pasangan untuk peka, yuk mulai bertanya : ‘Apa yang bisa aku lakukan supaya kamu merasa lebih dicintai ?’

 

Bagikan ke :

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top