Perjuangan Melepas Empeng pada Anak adalah salah satu fase terberat dalam kehidupan ku sebagai ibu. Dari anakku umur 5 bulan, aku memang memberikan empeng pada anakku terutama disaat mau tidur karena pada saat itu anakku lumayan sering terbangun jika tidak mengedot botol susu. Namun saat usia anakku beranjak umur 1 tahun setengah aku baru menyadari akibat dari penggunaan empeng pada anakku dimana bagian gigi nya tidak rata dan lebih maju. Aku dan suamiku research di berbagai artikel maupun sosial media tentang bagaimana melepaskan empeng pada anak dan aku mencoba menerapkannya namun tidak berhasil. Dan pada suatu hari, aku dan suami mencoba satu cara untuk melepaskan empeng dan BERHASIL pada anakku.

Baca Juga : Love Language, Kunci Harmonis atau Cuma Trend Sosmed ?
Perjuangan Melepas Empeng Pada Anak
- Tunggu saat Anak Siap. Aku pertama kali mencoba melepas empeng anakku pada saat dia berumur 1 tahun, namun pada saat itu anakku menangis hebat bahkan dia tidak mau tidur siang. Selama 5 jam dia menangis karena tidak diberikan empang. Pada saat itu, aku merasa anakku belum siap untuk melepas empeng. Akhirnya aku dan suami menunda untuk melepas empeng pada anakku sampai dia siap. Saat anakku umur 2 tahun 6 bulan, aku dan suami mencoba untuk melepas empeng pada anak dan disaat itu lah anakku sudah siap untuk melepas Empeng nya.
- Tunggu Ibu dan Ayah Siap. Pada proses melepaskan empeng ini, bukan hanya anak yang perlu kesiapan, tapi orang tua pun perlu kesiapan. Karena proses ini sangat tidak mudah. Setelah melepaskan empeng, anak bisa menjadi sangat Pemarah, Rewel dan Bad Mood. Makanya butuh kesiapan mental untuk melewatinya.
- Menjelaskan dan Membuat anak takut tentang Akibat Penggunaan Empeng. Sebelum melepaskan empeng pada anak, suamiku menjelaskan pada anakku bahaya yang akan ditimbulkan jika dia tidak melepas empeng, bahkan pada saat itu suamiku menakuti anakku seperti “Kalo kamu pake empeng terus nanti gigi kamu akan maju dan tidak rataaaa”. Dan cara ini benar benar berhasil di anakku.
- Sabar dalam Proses Pelepasan Empeng pada Anak. Bisa dibilang ini adalah proses yang tersulit dari semua proses melepaskan empeng pada anak. Setelah melepaskan Empeng pada anak, anak akan sering Marah, Rewel dan sangat Bad Mood. Disini dibutuhkan kesabaran yang lebih banyak untuk menghadapi anak. Aku pun di awal proses nya ikut setres dan menangis bersama anak, karena ini sangat tidak mudah. Namun itu hal yang biasa, karena kita sebagai ibu juga hanya manusia biasa. Setelah 1 minggu pelepasan empeng aku mulai kuat saat menghadapi anakku dan memberikan pengertian dengan sabar sambil memeluknya saat anakku sudah mulai rewel.
- Konsisten untuk Melepaskan Empeng dan Tidak Terlena Bujuk Rayu Anak. Setelah melepaskan empeng, anak pasti akan membujuk kita untuk memberikan empeng. Seperti anakku, sebelum tidur dia pasti bilang “Mamii, empeng mana Mami..”. Disaat ini lah kita harus kuat untuk tetap konsisten tidak memberikan empeng pada anak dan tetap memberikan pengertian ke anak kenapa kita tidak bisa memberikan empeng kepadanya.
Sebuah Langkah Kecil yang Sangat Berarti
Diawali dengan langkah kecil yang dilakukan untuk melepas empeng anakku, dan butuh sekitar 2 minggu sampai kondisi anakku benar benar stabil dan tidak lagi mencari empeng nya. Itu semua proses yang sangat berat namun sangat berarti bagi anakku dan juga aku. Tidak hanya menghindarkan dari akibat berkepanjangan dari empeng, namun proses ini juga mengajarkan aku untuk lebih sabar dan lebih konsisten saat menjadi ibu. Pada proses ini juga aku belajar bahwa Validasi perasaan anak adalah hal yang penting, saat anak sudah rewel karena kehilangan empeng nya aku akan memberikan pelukan dan memberikan afirmasi positif serta pengertian ekstra sebagai rasa amannya. (Baca Juga : Melatih Self Confidence Anak).
Apakah Bunda dan Si Kecil sudah merasa siap untuk melepaskan empeng dan memulai perjalanannya ?



