Hai Mom ! Aku mau share beberapa Tips Atur Gaji Pasca Lebaran Biar Gak Boncos nih.
Lebaran sering kali membawa kebahagiaan sekaligus tantangan dalam mengelola keuangan. Pengeluaran yang meningkat untuk kebutuhan seperti mudik, THR Keluarga, dan belanja keperluan Hari Raya bisa membuat kondisi keuangan pasca Lebaran menjadi kurang Stabil. Tapi Mom Jangan panik, dengan perencanaan yang baik, Mom bisa mengembalikan kondisi keuangan ke jalur yang benar.

Baca Juga : Edukasi Tentang Laut untuk Anak
Tips Atur Gaji Pasca Lebaran Biar Gak Boncos
- Evaluasi Keuangan. Langkah pertama adalah mengevaluasi pengeluaran Mom selama lebaran. Hitung sisa saldo di rekening, utang yang mungkin muncul, dan pengeluaran selama lebaran mulai dari mudik, hadiah, makanan, hingga pakaian baru. Dengan memahami posisi keuangan saat ini, Mom bisa merencanakan langkah yang lebih baik ke depan.
- Buat Anggaran Baru. Setelah mengevaluasi pengeluaran, buat anggaran baru untuk yang akan datang. Mom bisa memprioritaskan kebutuhan pokok seperti makanan, transportasi, dan tagihan. Jangan terburu buru unruk membeli barang konsumtif yang tidak mendesak. Jika pengeluaran Lebaran lebih besar, buat anggaran baru yang lebih ketat untuk yang akan datang (Baca juga : Menyederhanakan Kehidupan Sehari hari).
- Hindari Utang Konsumtif. Jika terpaksa harus berhutang selama lebaran, usahakan segera melunasinya sebelum bunga semakin besar. Hindari berhutang kembali untuk hal hal yang tidak mendesak agar tidak semakin terjebak dalam masalah keuangan.
- Manfaatkan Diskon dan Promo. Setela Lebaran, banyak toko dan E-Commerce menawarkan diskon besar. Jika memang harus berbelanja, manfaatkan promo ini dengan bijak agar lebih hemat.
- Disiplin dan Konsisten. Mom harus mengatur keuangan dengan disiplin dan konsisten. Ikuti anggaran yang telah Mom buat dan hindari godaan untuk berbelanja secara impulsif.
- Sisihkan Dana Darurat. Sisihkan sebagian kecil dari pendapatan untuk dana darurat. Dana ini anak berguna jika Mom menghadapi pengeluaran tak terduga.
Rencana Anggaran setelah Lebaran
Untuk melakukan Rencana Anggaran, Mom bisa menggunakan metode Pengelolaan Uang yang disesuaikan dengan kondisi Mom seperti 50/30/20 (50% untuk kebutuhan, 30% untuk keinginan, 20% untuk tabungan dan investasi). atau 40/30/20/10 (40% untuk kebutuhan hidup utama dan biaya bulanan, 30% untuk keinginan dan pembayaran cicilan, 20% untuk kebutuhan tabungan dan investasi, 10% untuk kegiatan sosial). Mom juga bisa melalukan simulasi Anggaran Ideal di : Kalkulator Perencanaan Anggaran.
Aku pribadi menggunakan metode 40/30/20/10 dalam perencanaan Anggaran. 40% aku gunakan untuk kebutuhan utama seperti makanan dan kebutuhan dasar lainnya. 30% aku alokasikan untuk keinginan pribadi, hiburan, hobi dan juga untuk pembayaran cicilan. 20% Aku alokasikan untuk tabungan jangka pendek seperti dana darurat dan Investasi janga panjang seperti saham dan reksadana. Dan 10% aku sisihkan untuk amal, donasi, atau berbagi dengan orang lain yang membutuhkan.
Mengapa Atur Gaji Setelah Lebaran itu Penting ?
Lebaran sering kali diikuti dengan pengeluaran yang lebih besar dari biasanya, seperti umtuk mudik, membeli pakaian baru, memberikan hadiah, dan menjamu tamu. Setelah pengeluaran besar selama Lebaran, penting untuk segera mengatur kembali keuangan agar kembali seimbang. Tanpa pengelolaan keuangan yang baik, pengeluaran Lebaran yang berlebihan dapat menyebabkan utang. Dengan mengatur gaji memungkinkan Mom untuk kembali fokus pada tujuan keuangan jangka panjang dan dapat menyisikan dana darurat untuk menghadapi kebutuhan mendadak yang tidak terduga.
Kelola Gaji dengan Bijak, Hindari Boncos Setelah Lebaran !
Setelah Lebaran Usai, tantangan finansial masih berlanjut loh Mom. Setelah merayakan Idul Fitri dengan penuh suka cita, banyak orang mendapati kondisi keuangan yang menipis akibat pengeluaran besar saat lebaran. Oleh karena itu, mengelola gaji dengan bijak setelah Lebaran menjadi hal yang sangat penting agar keuangan tetap stabil hingga akhir bulan.



